Cintanya Saya pada Pisang, Ketela, dan Jamur

2
62

Oleh: Olivia Kamal

Jaman masih SD, saya suka makan pisang batu rebus (yang makanan burung itu…xixixi…) Atau ketela rebus yang dicocol gula pasir… Tapi di rumah aja loh, hehehehehe… Gitu dehhhh, gengsi amat kalo bawa-bawa bekal yang begituan (lagunyaaaaa). Bekal yang bersedia saya bawa adalah roti tawar yang diisi sesuatu yang manis atau indomie rebus yang ditiriskan kuahnya dan dicampur bumbu di piring (disebut indomie goreng).

Jaman saya kuliah dan sampai sekarang, tentu saja nggak bawa bekal. Tapi tetaplah yang namanya lidah minta dimanjakan dengan makanan yang enak-enak. Jajanan yang bertebaran di pinggir jalan (yang dilarang keras sering-sering beli oleh papa karena zat aditifnya), teriak-teriak ke mata saya buat dibeli. Apalagi kalau ada rasa balado atau ada taburan keju… Wakakakaka…

Eh, ngomong-ngomong kok jadi ngidam rujak es krim ya???

Kontradiksi 
Kontradiksinya, pisang batu rebus ataupun pisang biasa yang saya sukai itu – yang dulunya dimakan diam-diam di rumah, sekarang dibeli oleh saya dan dimakan (oleh saya juga dong… Xixixi…) di tempat umum tanpa rasa malu: pisang keriting, pisang penyet, pisang bakar, pisang molen, banana split, pisang coklat keju, keripik pisang rasa melon, banana cake… Yummy…

Demikian juga dengan ketela: tela kres atau tela-tela dengan rasa balado, tela keju, keripik singkong bakar yang merah banget itu, keripik balado, Kusuka (rasa lada hitam). Kalo jamur sih so pasti ga nolakkkk banget: jamuur kriuk atau rumah jamur, maupun jamur yang disulap jadi ayam goreng tepung atau menu lain di rumah makan vegetarian.

Kreativitas 
Sebenarnya selain pisang, ketela, dan jamur; saya juga demen jajan kentang, cimol, batagor, cendol, teh, rujak, hahaha… Semua aja deh tant!!! (With “t” means tante, kalo nggak dikira setan pulak! Xixixi…) Paling enak dimakan sambil jalan itu yang ada tusukannya, seperti otak-otak (makan sambil naik jembatan busway), bakso (yang katanya dari daging tikus), tempura (masih ada ga ya di sepanjang boulevard?), batagor atau somay. Slurpppp… Ngilerrrr…

Yang bikin nggak malu lagi dengan jajanan itu adalah: udah dibikin keren image-nya melalui kemasan, cara pemasaran, mindset kita sekarang yang mengarah ke cinta Indonesia, selain memang enak dan murah (dari dulu kaliiii kalah enak dan murah). Apalagi jajanan jamur yang mencantumkan sehat, bagus untuk kulit, padahal buat saya sih karena rasanya seperti ayam dan tepung bumbunya… Xixixi… Makasih buat yang kreatif menciptakan makanan-makanan ini…

Siapa dan mengapa? 
Siapa sih yang menggagas ide menjadikan makanan yang duluuu bikin kita (saya dehhh) malu ini, menjadi modifikasi yang sesuai dengan image masa kini? Bisa dari ide murni, bisa juga dari mengikuti jejak kesuksesan orang lain, contoh nih: Q-tela yang muncul setelah kesuksesan Kusuka, dengan varian rasa balado dan potonhan keripik yang lebih tipis. Keduanya tetap eksis dan punya peminat sendiri-sendiri.

Motivasi yang paling mulia menurut saya adalah: meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal. Dengan pengolahan dan pengemasan yang menarik, pisang di ladang petani menjadi lebih bernilai di mata kita (bayangkan 1 buah pisang kita beli 5000 rupiah!). Kalo beli di ladang sih mungkin dapat setandan ya?

Konsep franchise dan permodalan yang relatif kecil mendukung pertumbuhan bisnis makanan ringan yang murah dan keren dengan konsep gerai seperti ini. Gerai teh poci pernah ditawarkan ke mama saya, dan ditolak dengan pikiran: “emang ada yang mau beli teh 3000 sampe 5000? Emang sih modalnya cuma air, teh, gula, es, lemon dan susu kental manis, dan cup tentunya”, pesimis mode on gitu deh. Buktinya banyak yang sukses loh karena nggak semua orang pengen minuman air mineral atau softdrink dengan kisaran harga yang sama. “Kalo sekarang mau beli lagi, udah pada banyak saingan.” Ya gitu deee maaa…

SHARE
Previous articleSaham-Saham [Cinta]
Next articleJika Sesama Ekonom Menikah

I love: games, blogging, sharing idea, crafting, handmade, decorate, cloud, beach, seafood, laughing with sisters, and shopping alone.

  • Saya paling suka pisang di antara semua yang disebut. Saya suka semua produk olahan pisang. Juaranya adalah kripik pisang Bireuen.
    Pernah coba?
    http://heruls.net/

  • karena sesungguhnya Indonesia penuh manusia kreatif 🙂