Meningkatkan Kapital Diri Anda dengan Traveloka (Dari Kacamata Ekonom Gila)

0
107

Meningkatkan “Kapital” Diri Anda dengan Traveloka

Berhubung hadiah yang ditawarkan oleh lomba Traveloka kali ini cukup menggiurkan (sebuah pembuka tulisan yang terlalu jujur saudara-saudara), kali ini saya akan sedikit menuliskan sesuatu di Ekonom Gila yang berbau-bau ekonomi banget dengan tema #JadiBisa dari Traveloka. Topiknya adalah bagaiman dengan fasilitas Traveloka yang ada dapat memberikan keuntungan buat para anak muda jaman sekarang (now) dapat meningkatan “Kapital” dirinya dengan segala ketersediaan fitur yang ada.

Sekilas Era Modern

Apa yang berbeda saat ini dan saat 10 tahun yang lalu? Banyak akan menjawab teknologi informasi. Ya, ini jawaban yang memang benar. Namun, jawaban yang lebih detailnya adalah bagaimana teknologi informasi benar-benar dapat “terdesentralisasi”. Pengertian desentralisasi di sini adalah bagaimana informasi sedemikian rupa sehingga benar-benar dapat terdistribusi dari satu pihak ke pihak lain dengan semakin sedikit perantara di antara keduanya. Maksudnya?

Begini, mari kita bayangkan saja dahulu bagaimana berita dapat tersalurkan ke para pembaca. Wartawan bertemu peristiwa dan narasumber, berita ditulis, tulisan dibawa ke kantor redaksi, tulisan direview oleh dewan redaksi, tulisan diberikan ke bagian produksi, berita dicetak di atas koran, koran disebarkan ke agen, agen mengantarkan ke rumah, lalu terakhir berita dibaca! (Lebih spesifiknya: dibaca ketika pagi dan kita biasanya sedang sarapan pagi). Lalu, ketika internet muncul ditambah smartphone yang memang semakin “smart”, mari para pembaca budiman yang menentukan, dari rangkaian proses penulisan berita di atas, berapa banyak “middle man” bisa dihilangkan?

Berita di Pagi Hari

Lalu apa hubungannya dengan konteks tulisan ini yang mengakat tema: JadiBisa dengan Traveloka?

Mari kita lihat gejala ini dengan lebih luas. Tentu saja di era, yang konon katanya dikenal dengan Revolusi Industri ke-4, memunculkan banyak sekali potensi-potensi ekonomi yang dahulu karena masih banyaknya biaya perantara, masih belum muncul atau dapat berjalan dalam skala yang terbatas. Mari kita lihat Koperasi Simpan Pinjam yang saat ini mungkin berevolusi atau tergantikan menjadi bisnis fintech (peer-to-peer landing), ojek pangkalan menjadi sharing economy untuk aset kendaraan, dan bisnis agensi bintang iklan perlahan berubah menjadi bisnis para endorser. Hal yang senada dari itu semua adalah, bisnis yang semakin terdesentralisasi dan minim perantara.

Bicara soal endorser, nah ini yang menurut saya menarik dengan Traveloka!

Salah satu produk-nya Paket Pesawat + Hotel yang diklaim Hemat lebih ketika memesan produk paket bukan hanya sekedar mampu membuat kantong kita lebih aman, namun lebih jauh, menyimpan potensi besar untuk meningkatkan citra diri kita. Sebagai seorang yang belajar ekonomika, potensi ini juga menyimpan peluang bisnis.

Untuk lebih menariknya, mari kita bayangkan kamu sebagai seorang biasa-biasa saja dan mau jadi bisa orang yang luar biasa. Hidupmu membosankan, ingin jalan-jalan tapi tidak punya uang cukup. Ok, lalu kamu diberikan info bahwa dengan paket Traveloka Pesawat + Hotel kamu bisa meniti jalan menjadi seseorang yang luar biasa. Nah, ingin liburan kan? Tapi butuh duit banyak kan? Naaah…kalau di Traveloka kamu bisa save up to 20% ditambah kamu bisa bayar dengan cicilan (terima kasih untuk digital economy yang menghilangkan banyak biaya perantara). Oke, lebih murah sudah dapat, ditambah bisa bayar dengan mencicil. Lalu tentu saja pembaca yang budiman berpikir lagi, “Kan ujung-ujung saya juga harus bayar ini semua? Pendapatan saya kan kecil! Apa bedanya?”

Jangan khawatir! Di sinilah mengapa kita bisa memanfaatkan Traveloka dan semua potensi produk digital economy menjadi satu-kesatuan yang mampu mengangkat “nilai kapital” dalam diri kita.

Kita bisa mengubah jalan-jalan kamu menjadi memiliki nilai moneter bagi banyak pihak. Ambilah contoh kamu adalah seseorang yang mengambil jalan menjadi endorser. Pertama, kamu bisa bergabung di platfrom para endorser untuk mencari pihak-pihak mana yang yang ingin kamu jadikan partner atau cara yang lebih “tradisional”, kamu gerilya di social media seperti Instagram, Facebook atau Twitter untuk menemukan calon klien potensial. Anggaplah kamu sudah mengantongi tiket, booking kamar hotel melalui Paket Pesawat + Hotel dari Traveloka dan juga itenerari kamu selama di sana, nah kamu bisa menawarkan pihak-pihak potensial di mana tema produknya sesuai dengan tema perjalananmu lalu mempromosikan produk mereka. Caranya, kamu bisa foto-foto di tempat liburan sambil bergaya dengan produk-produk endorseran kamu.

Oke, terlihat mudah sekali ya? Sebenarnya tidak juga. Namanya proses pastinya tentu kamu membutuhkan waktu. Ini bukan cara cepat menjadi kaya :P. Mungkin awalnya kamu akan mendapat banyak klien-klien yang bayarannya kecil atau bahkan tidak membayarmu dengan cash akan tetapi dengan barang (in kind). Nggak papa! Ingat bahwa semua itu adalah investasi awal. Untuk “putaran” perjalanan kamu selanjutnya kamu pasti akan semakin memiliki pengalaman yang lebih banyak, nilai kapital diri yang lebih besar, follower yang meningkat yang ujung-ujungnya bayaran yang lebih besar. Nah, itu semua di awal dapat mudah terwujud dengan adanya kemudahan dari Traveloka yang memberikan paket pesawat dan hotel yang lebih murah ditambah bayaran yang dapat nyicil.

Pengembangannya pun bisa semakin luas. Jika kamu sudah semakin pede dan berani, kamu bisa meng-hire fotografer profesional. Apa kamu harus memboyong fotografer profesional bersama kamu? Oh tidak kawan! Sudah banyak platform yang bisa menghubungkan pelancong dengan fotografer lokal dengan harga yang kompetitif. Karena followermu semakin banyak ditambah kualitas fotomu semakin bagus, maka bayaranmu juga pasti jadi lebih bagus kan. Lebih cerdas lagi, kamu bisa meng-endorse barang-barang dengan model bisnis reseller yang biasanya memiliki toko berbasis online dengan nama toko berbeda namun produk yang sama. Kenapa ini menguntungkan? Karena cukup dengan foto satu produk, kamu bisa meng-endorse banyak toko. Sekali lagi, digital economy memberikan kamu banyak peluang-peluang optimalisasi alias efisien dan efektif!

Jalan-jalan sambil jadi endorser

Anggaplah sekarang sudah pada level jalan-jalan ke luar negeri dengan bayaran endoresan 500 ribu per produk. Lalu, Kamu ingin bepergian ke Kuala Lumpuer, Malaysia. Biaya pesawat dan Hotel untuk 1 hari 2 malam bisa dapat 2 juta-an. Nah, kamu tinggal cari 4 klien sudah bisa nutup biaya perjalanan dan tempat tinggal. Karena di Traveloka kamu bisa memanfaatkan bayaran cicilan (installment) dengan biaya 0% kamu akan punya surplus keuangan di depan yang dalam kacamata ekonomi bisa kamu manfaatkan baik untuk melakukan kegiatan bisnis putaran selanjutnya ataupun meningkatkan perlengkapan perjalananmu sehingga nilai bayarannmu semakin tinggi (misalnya beli kosmetik baru, kamera lebih bagus, atau buat bayar promote akun Istagrammu biar menarik banyak follower hehehhe). Ini yang dalam Ilmu Ekonomi sebagai proses Kapitalisasi.

Dunia Digital yang Berguna dan Disukai Ekonom!

Baik, kembali ke topik awal bagaimana digital economy mampu memberikan kita sesuatu yang lebih dari apa-apa yang dulu kita ketahui. Dari contoh kasus dengan produk paket Pesawat + Hotel Traveloka ini saja, kita bisa berhitung ada berapa bisnis berbasis digital yang membuat segalanya menjadi nyata:

  1. Travelokanya sendiri…
  2. Social Media
  3. Platform Endorser dan klien
  4. Platform Photografer dan Pelancong
  5. Kemudahan Installment Payment (fintech)
  6. Toko online reseller

Ini baru kasus di atas loh! Sebenarnya masih banyak peluang yang kamu bisa lakukan selain menjadi endorser. Dibantu dengan adanya kemudahan melalui Traveloka di awal, kamu bisa menemukan peluang-peluang bisnis yang lain. Ayo coba pikirkan apa saja itu? Sejatinya dunia digital dalam era saat ini membuka banyak hal yang dahulu kita tidak pernah bayangkan. Segala sesuatu yang lebih murah, efisien, cepat dan tepat memunculkan banyak sekali peluang bagi kita. Selama kita mau terus belajar dan jeli melihat peluang, pastinya kita bisa menjadi lebih baik dengan nilai “kapital” dalam diri kita yang selalu meningkat.

Kok Nggak Aku Lakukan Sendiri!?

Mungkin dari tulisan ini pasti ada yang bertanya, “Eh, Aulia Rachman kamu kan sudah tahu ini ada peluang kayak gini, kok kamu sendiri nggak lakuin sih?!”

Baiklah, nampaknya ini harus sedikit saya singgung. Pertama, menjadi endorser dan berfoto-foto di tengah perjalanan wisata ini bukan passion saya (selain karena mungkin secara fisik, wajah dan tubuh saya belum cocok dengan selera peradaban saat ini :P). Kedua, oke walaupun saya tidak melakukannya sendiri saya pernah menawarkan ide semacam ini kepada orang lain dan orang lain itu melakukannya. Hasilnya? Cukup berjalan dengan baik. Oke, ini mungkin bukan ide baru, namun demikian mungkin banyak yangmelakukan tanpa menyadari bahwa segala “ide bisnis”  yang ada dalam tulisan ini sangat logis dan dapat dibedah secara sistematis melalui ilmu ekonomi. Mulai dari marginal cost dan transaction cost yang berkurang dengan hadirnya teknologi, opportunity dari present value of money yang kita gunakan karena menggunakan Traveloka, hingga konsep “kapitalisasi diri” melalui social media. Semua itu berujung pada sebuah kesimpulan bahwa digital economy menciptakan peluang yang lebih terdesentralisasi bagi umat manusia. Ketiga, alasan yang paling sederhana yang karena memang ekonom bisanya “hanya” memberikan saran. Hehehe…

Namun demikian, harus diakui kontribusi ekonom yang memang bersifat tidak kasat mata ini memberikan kemudahan-kemudahan bagi perusahaan ataupun individu untuk menentukan pilihan hidupnya yang paling optimal, terlepas dari dia sendiri menjalankannya atau tidak. Hal yang paling dasar adalah bagaimana ekonom mampu menganalisa sumber masalah dan memberikan rekomendasi-rekomendasi kebijakan (atau saran) kepada siapa pun itu untuk urusan ekonomi dan hal yang terkait. Hasil akhirnya berupa keadaan yang jauh lebih baik bagi siapaun yang ingin mendengarkan resep-resep ekonom. Robert Litan dalam bukunya, Trillion Dollar Economist, menyebutkan bahwa ekonom memberikan kontribusi setidaknya $2 triliun bagi US dan dunia dalam bentuk pendapatan dan harta kekayaan. Jika dibagi dengan jumlah ekonom yang sekitar 20.000 orang (jumlah anggota American Economic Association), maka kira-kira kontribusi satu orang ekonom adalah sebesar $100 juta per ekonom. Angka yang besar bukan?

Oke, mungkin saya tidak bisa jadi endorser yang berbakat seperti apa yang saya sarankan sendiri, tapi moga-moga Traveloka memberikan hadiah jalan-jalan ke eropa karena tulisan ini  😛

SHARE
Previous articleWhat Are You?

I am an avid reader of economics book, especially about history and philosophy of economics. I do love economics. I am active in many organizations and enjoy social interactions with different kind of people. I play football and have big interest about social media topics