Kenapa Ada Tawar Menawar?

0
77

Kenapa sih harus ada tawar menawar di dunia ini? Beli HP harus nawar, beli pakaian harus nawar, bayar kos juga harus nawar biar bisa nunggak sebulan, dan terkadang cinta juga bisa ditawar, dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat. Namun jawabannya yang tepat adalah:

  1. Informasi pasar seperti harga dan kualitas produk tidak jelas atau tidak pasti, dan terkadang penuh kebohongan.

Contohnya beli ikan, katanya baru, ia baru, baru seminggu di lemari es. Pas ditawar 10rb katanya nda kembali modal, padahal sudah untung. Trus pas ditawar lagi jadi 5rb katanya rugi, padahal? ya memang betul rugi, 5rb terlalu rendah ternyata.

  1. Masing-masing orang memutuskan untuk membeli produk pada tingkatan harga yang berbeda-beda, karena keputusan membeli dipengaruhi oleh harga, selera, dan daya beli.

Contohnya teman saya itu, kalau beli barang, yang penting ada gambar hello kitty nya, berapapun harganya dia beli, maklum orang kaya. Tapi masa sudah mahasiswa seleranya hello kitty. Kaya saya dong power ranger, kalau beli barang, yang penting ada gambar power rangernya berapapun harganya, saya cek isi dompet dulu.

  1. Penjual dan pembeli saling mencari titik keseimbangan antara harga dan jumblah produk yang diperjualbelikan. Penjual selalu menginginkan tingkat keuntungan maksimal sedangkan pembeli selalu menginginkan tingkat harga terendah. Dalam teori ekonomi, titik keseimbangan tersebut dipengaruhi oleh harga, jumblah produk yang dijual di pasar (intensitas penawaran), dan jumblah pembeli yang menginginkan produk tersebut (intensitas permintaan), tapi dengan pengecualian atau asumsi bahwa tingkat pendapatan dan selera tetap, atau yang dikenal dengan istilah cateris paribus.

Contohnya, ketika harga BBM turun maka konsumsi BBM masyarakat akan naik dan apabila harga BBM naik maka konsumsi BBM masyarakat akan menurun. Namun jika harga BBM naik justru para pedagang berlomba-lomba menjual BBM ecerean, karena tingkat keuntungannya bertambah. Nah, harga dan jumblah yang pas bagi penjual dan pembeli agar sama-sama untung, itulah yang dinamakan titik keseimbangan (equilibrium). Nah hukum permintaan dan penawaran ini juga bisa digunakan untuk menentukan kualitas cewek. Cewek yang suka umbar-umbar foto selfie paha dada itu harga jualnya bisa turun, sehingga, permintaannya meningkat alias banyak cowok yang bisa beli. Tapi cewek sholeha yang kalau di facebook cuma keliatan jilbab bagian punggungnya doang, harga jualnya bisa tinggi, sehingga permintaannya menurun karena cuma cowok sholeh juga yang bisa beli.

Namun dari kesemua itu, coba kita bandingkan dengan prinsip ekonomi syariah yang berlandaskan kejujuran, dimana seharusnya penjual jujur dalam menetapkan harga sesuai biaya produksi dan memberi tahukan jumblah keuntungan dari penjualannya.

Contohnya Nabi Muhammad dalam menjual kain. Dia dengan jujur menyampaikan berapa harga yang disuruh jualkan oleh Khadijah kepadanya, lalu ia sampaikan pula tambahan harga yang menjadi keuntungannya. Kemudian dengan gamblang menjelaskan kekurangan dan kelebihan produknya. Meskipun pedagang yang lain akhirnya berkomplot untuk sepakat menjatuhkan harga dalam rangka mengeksekusi persaingan tapi akhirnya pembeli sadar bahwa pelayanan yang jujur lebih berharga dari sekedar harga yang murah.